Angkot dan Prilakunya yang menyebalkan

“Berapa lama lagi gue harus menunggu didalam angkot ini,  keringat mengucur deras menyisiri sela2 tubuh dengan derasnya, mata memerah, kaki kiri semutan akibat tindihan ibu2 di sebelah, tangan tak bisa bergerak, kanan kiri pemandangan sama, semua basah kuyup, ya Allah, yang baru masuk bawa ayam pula!!! alamak!!!..ya Tuhan berilah hambamu kekuatan menjalani cobaan ini…”- doa hamba tak berdosa di siang bolong –

Pernah mengalami hal ini ? sering atau setiap hari ?

Ya, memang sungguh pengalaman yang memilukan, atau mungkin rutinitas yang menguji kesabaran kita setiap hari. Apa mau di kata, angkot sebagai alat pendukung kita beraktifitas (sekolah,kuliah,ngantor,bisnis,kencan dll)  memang memberikan pilihan yang bisa menghemat, ketimbang bawa motor atau mobil yang menguras banyak biaya dan kaki pegal2 karena macetnya jalanan ibu kota, mending naik angkot, bisa molor dan bermimpi2 sambil ngacay ke mana-mana, atau bahkan disambi aktifitas lain seperti update status  fesbuk, sms2an, baca komik, main catur, main gaple, main monopoli atau main petak umpet (tunggu!!! ini lagi bahas angkot, bukan pos hansip!)

Tapi, sopir angkot sendiri mungkin melihat dari sisi yang bebeda, selain persaingan, urusan dapur supaya bisa ngebul, juga jadi pemikiran mereka setiap harinya.

Mau ga mau, ya penumpang jadi korban. Ato istilahnya “take it or LEAVE it”. gue pernah bilang gini “ya ampun mas, gak akan ada yang naik lagi kok, udah 20 menit diem2 aje, nunggu sapa lagi, 5 menit lagi ga jalan gue turun nih! “ancam gue. Lima menit berlalu, gue turun dengan muka tersungut2. Nunggu agak jauhan kedepan, sekitar 15 menit, ternyata ada juga angkot yang lewat, gue setopin, gue naik, ternyata angkot yang tadi lagi (damn!) . dasar kelakuan, entah hobi atau emang udah kebiasaan, ngetem lagi di pengkolan depan.ya sudah terima nasib dengan lapang dada.

Angkot sudah berjalan dengan tenang. Angin kencang dan segar cukup untuk mengeringkan keringat yang dari tadi dah ngucur di sekitar ketek. mayan, agak keringan. namun sekilas, bulu ketek terlihat masih kemilau berkeringat.

Tiba2 angkot ngerem mendadak “Ciiiiiiittttttt…” buset, semua penumpang pada geser ke depan semua, gue yang duduk tepat dibelakang sopir, kejepit.

“kenapa mas, nginjek tokai? lindes aja napa, kena ban ini, bukan kaki!!” gue tanya dengan suara agak keras, namun wajah ga berani tatap muka sopir lewat spion, gue ngeliat ke bawah.

Ow, ternyata, sang sopir melihat dengan jeli, bahwa tadi ada calon penumpang yang ada di gang yang tadi terlewat. Terus dia mundurin mobilnya, sambil melihat kebelakang. 

Yang ditunggu padahal lagi ngunci pager, seorang  mbak2 dengan sedang membawa payung. Bayangin, seluruh penumpang matanya tertuju ke mbak2 itu.  Ga tau grogi karena diliatin, terlihat gembok berkali2 jatuh, tu pager lama amat di gemboknya.  Kita semua menyaksikan dengan penuh harapan. Beberapa kali gemboknya jatuh, kita cemas, bahkan ada yang memasang raut wajah kecewa dan mengurut dada, lalu mengusap wajahnya, ada yang sampai pindah posisi tempat duduk untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas, bahkan ada yang sampai buka jendela lalu menatap dengan penuh seksama. Untung ga ada yang ngasih semangat yel2 atau kibar2in spanduk dan berteriak2   “AYO kamu pasti bisa!!!! KAMI mendukungmu di sini!!!!”

“Ctek..klek” pagar telah di gembok, kami semua yang di dalam angkot lega sekaligus terharu dengan keberhasilan mbak2 tadi mengunci pagarnya dengan gembok, ingin memberikan ucapan selamat atau trophy penghargaan atas usahanya itu.

Mbak2 tadi mulai berjalan ke arah angkot, jalannya pun santai, rambutnya yang hitam dan panjang, sesekali di kibaskan ke belakang, karena rambutnya menutupi wajahnya. terlihat anggun, dengan lenggak lenggok-nya ia mulai mendekati angkot, lalu berkata “maaf, saya ga naik angkot, cuman mau ke warung di seberang sana”ujar si mbak2 tadi santai.  GUBRAKKKK !!!!!!

Dan perjalananpun kembali di lanjutkan…dengan kecepatan yang tinggi. kami mulai senang, karena ga ada yang nyetop2in nih angkot, berarti makin cepat sampai tujuan.asyiiikk

Tiba2 angkot berhenti lagi….”Ciiiiiiiiiiitttttt….” dan sopir kembali mundur seperti tadi….kalo ini ada nenek2 sedang keluar dari pagar…dan terlihat memegang rantai dan gembok…..

” OH TIDAK!!! semoga ini bukan mimpi buruk!!!

Advertisements

3 responses to “Angkot dan Prilakunya yang menyebalkan

  1. gw bacanya ampe cekikikan, ya ampun kyk realitas bgt bawain ceritanya. pinter bgt bawain ceritanya :)

  2. bener bgt, hampir tiap hari ngalamin hal itu

  3. ksian amat lu han..makanya nabung gaji beli motor matic… hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s